Skip to main content1. Definisi
Gamification di BAWANA adalah mekanisme pemberian umpan balik berbasis penghargaan untuk mendorong partisipasi, konsistensi, dan penyelesaian pembelajaran.
Gamifikasi bukan tujuan utama pembelajaran, melainkan alat pendukung untuk:
- meningkatkan engagement
- mendorong penyelesaian Course
- membangun kebiasaan belajar
Gamifikasi tidak menggantikan evaluasi atau sertifikasi.
2. Posisi Gamifikasi dalam BAWANA
Dalam arsitektur BAWANA:
- Gamifikasi melekat pada aktivitas pembelajaran
- Gamifikasi mengikuti hasil sistem, bukan preferensi manual
- Gamifikasi digunakan lintas fitur:
- Course
- Event
- Assignment
- Journey
Gamifikasi selalu bersifat turunan, bukan fitur utama yang berdiri sendiri.
3. Komponen Gamifikasi di BAWANA
3.1 Point
Point adalah bentuk penghargaan numerik yang diberikan kepada learner setelah menyelesaikan aktivitas tertentu.
Point dapat diberikan untuk:
- penyelesaian Course
- kehadiran dan penyelesaian Event
- penyelesaian Assignment
Point tidak diberikan hanya karena membuka konten.
3.2 Aturan Pemberian Point
Point diberikan ketika:
- learner menyelesaikan Course sesuai aturan
- learner menyelesaikan Event (jika dikonfigurasi)
- learner memenuhi kriteria completion
Jika Course memiliki Post-Test:
- Point diberikan setelah learner dinyatakan lulus
4. Gamifikasi pada Course
Pada Course, Admin dapat menentukan:
- jumlah Point yang diperoleh setelah Course selesai
Point akan diberikan jika:
- Min Percentage Finish tercapai
- Post-Test (jika ada) berhasil dilewati
Jika Course gagal diselesaikan, Point tidak diberikan.
5. Gamifikasi pada Event
Event dapat dikonfigurasi untuk memberikan Point.
Point pada Event biasanya diberikan ketika:
- learner melakukan Attend
- kehadiran terkonfirmasi
- Event ditandai selesai
Point Event tidak menggantikan Point Course jika Event dikaitkan dengan Course.
6. Gamifikasi pada Assignment dan Journey
Assignment
Gamifikasi pada Assignment mengikuti:
- penyelesaian Course atau Project yang di-assign
- bukan sekadar status Assigned
Assignment tidak memiliki Point sendiri, tetapi mewarisi Point dari objek yang ditugaskan.
Journey
Journey dapat menjadi akumulasi dari beberapa Course dan Event.
Gamifikasi pada Journey bersifat:
- kumulatif
- agregasi dari aktivitas di dalam Journey
7. Prinsip Desain Gamifikasi di BAWANA
Beberapa prinsip penting:
- Gamifikasi bersifat reward-based, bukan punishment-based
- Gamifikasi mengikuti hasil, bukan usaha parsial
- Gamifikasi tidak memengaruhi kelulusan
- Gamifikasi tidak menggantikan sertifikasi
Gamifikasi dirancang untuk memotivasi, bukan menilai.
8. Contoh Kasus Gamifikasi
Contoh 1: Course Mandatory
- Course: Data Privacy Awareness
- Point: 100
- Learner menyelesaikan Course dan lulus Post-Test
- Sistem otomatis menambahkan 100 Point
Contoh 2: Event Pelatihan
- Event: Workshop Customer Service
- Point Event: 50
- Learner hadir dan attendance terkonfirmasi
- Learner mendapatkan 50 Point
Contoh 3: Journey Onboarding
- Journey terdiri dari 5 Course
- Total Point Journey: akumulasi dari seluruh Course
- Learner melihat progres dan total Point yang diperoleh
9. Batasan Gamifikasi
- Point tidak dapat ditukar secara finansial
- Point tidak menjadi bukti kompetensi
- Point tidak menggantikan sertifikat
- Point tidak dapat diberikan manual tanpa aktivitas sistem
Leaderboard
Pengertian Leaderboard di BAWANA
LEADERBOARD di BAWANA adalah tampilan peringkat learner berdasarkan akumulasi Point yang diperoleh dari aktivitas pembelajaran.
Leaderboard berfungsi untuk:
- memberikan visibilitas atas progres pembelajaran
- mendorong partisipasi melalui perbandingan yang sehat
- meningkatkan motivasi belajar secara sosial
Leaderboard tidak digunakan untuk evaluasi kompetensi dan tidak memengaruhi kelulusan atau sertifikasi.
Posisi Leaderboard dalam Gamifikasi
Dalam sistem BAWANA:
- Leaderboard merupakan turunan langsung dari Point
- Leaderboard tidak memiliki logika penilaian sendiri
- Leaderboard hanya menampilkan hasil yang sudah dihitung oleh sistem gamifikasi
Artinya, Leaderboard tidak mengubah data, hanya menyajikan data.
Cara Kerja Leaderboard
Leaderboard menyusun peringkat learner berdasarkan:
- total Point yang diperoleh
- dalam rentang konteks tertentu (sesuai konfigurasi)
Point yang dihitung dapat berasal dari:
- penyelesaian Course
- kehadiran dan penyelesaian Event
- aktivitas dalam Assignment atau Journey
Leaderboard akan otomatis diperbarui ketika:
- learner menyelesaikan aktivitas
- Point baru ditambahkan oleh sistem
Konteks Leaderboard
Leaderboard dapat ditampilkan dalam beberapa konteks, antara lain:
- Global Leaderboard
Menampilkan peringkat learner dalam satu organisasi.
- Program atau Journey Leaderboard
Menampilkan peringkat learner dalam konteks program tertentu.
Konteks Leaderboard ditentukan oleh konfigurasi sistem dan kebijakan organisasi.
Prinsip Desain Leaderboard di BAWANA
Beberapa prinsip penting:
- Leaderboard bersifat informasional, bukan kompetitif ekstrem
- Leaderboard mendorong partisipasi, bukan tekanan
- Leaderboard menggunakan data yang sudah tervalidasi
- Leaderboard tidak memengaruhi akses pembelajaran
Leaderboard dirancang untuk mendukung budaya belajar, bukan menciptakan kompetisi yang tidak sehat.
Contoh Kasus Penggunaan Leaderboard
Contoh: Program Onboarding
- Learner mendapatkan Point dari Course dan Event onboarding
- Leaderboard menampilkan 10 learner teratas berdasarkan total Point
- Tujuan: meningkatkan engagement awal, bukan menentukan kelulusan
Batasan Leaderboard
- Leaderboard tidak menentukan performa kerja
- Leaderboard tidak menggantikan evaluasi pembelajaran
- Leaderboard tidak memengaruhi sertifikasi
- Leaderboard tidak digunakan sebagai dasar penilaian individu formal