Skip to main content

A. Definisi

Certificate di BAWANA adalah mekanisme pemberian bukti resmi penyelesaian pembelajaran kepada learner berdasarkan aturan yang ditentukan oleh sistem. Sertifikasi diberikan ketika:
  • Menyelesaikan Course atau Event atau Program
  • Memenuhi kriteria kelulusan
  • Lolos evaluasi yang ditentukan
Sertifikat menjadi output akhir dari proses pembelajaran yang terukur.

B. Posisi Sertifikasi dalam BAWANA

Dalam arsitektur BAWANA:
  • Sertifikasi melekat pada Course
  • Sertifikasi dapat digunakan oleh:
    • Assignment
    • Event
    • Journey
      selama Course terkait diselesaikan
Sertifikasi tidak berdiri sendiri sebagai program, dan tidak dapat diberikan tanpa konteks Course.

C. Cara Kerja Sertifikasi

Sertifikat akan diberikan secara otomatis oleh sistem ketika seluruh kondisi berikut terpenuhi:
  1. Learner menyelesaikan Course
  2. Min Percentage Finish tercapai
  3. Post-Test (jika ada) berhasil dilewati
  4. Tidak ada aturan tambahan yang dilanggar
Jika salah satu kondisi tidak terpenuhi, sertifikat tidak akan diterbitkan.

D. Konfigurasi Sertifikasi oleh Admin

Sertifikasi diatur saat Admin mengonfigurasi Course.

1. Pemilihan Template Sertifikat

Admin dapat memilih template sertifikat yang tersedia di sistem. Template mengatur:
  • desain visual
  • format sertifikat
  • elemen informasi yang ditampilkan

2. Informasi dalam Sertifikat

Sertifikat di BAWANA umumnya memuat:
  • nama learner
  • nama Course
  • tanggal penyelesaian
  • identitas organisasi
  • informasi tambahan sesuai template
Sertifikat berfungsi sebagai bukti formal bahwa learner telah menyelesaikan pembelajaran.

E. Sertifikasi dalam Konteks Fitur Lain

1. Sertifikasi pada Assignment

Jika Course di-assign melalui Assignment:
  • sertifikat tetap mengacu pada aturan Course
  • Assignment hanya menentukan siapa dan kapan Course harus diselesaikan

2. Sertifikasi pada Event

Jika Course dikaitkan ke Event:
  • sertifikat diberikan berdasarkan penyelesaian Course
  • kehadiran Event saja tidak cukup untuk mendapatkan sertifikat
Event berfungsi sebagai pendukung pembelajaran, bukan penentu sertifikasi.

3. Sertifikasi pada Journey

Dalam Journey, sertifikasi dapat:
  • diberikan per Course
  • atau sebagai hasil penyelesaian seluruh rangkaian Journey, tergantung konfigurasi
Aturan sertifikasi tetap mengacu pada Course di dalam Journey.

F. Siklus Sertifikasi dan Pembaruan

Jika Course memiliki Refreshment Period:
  • sertifikat memiliki masa berlaku implisit
  • learner perlu mengulang Course setelah periode tertentu
  • sertifikat baru akan diterbitkan setelah Course diulang dan diselesaikan kembali
Ini umum digunakan untuk:
  • compliance training
  • sertifikasi internal berkala

G. Prinsip Desain Sertifikasi di BAWANA

Beberapa prinsip penting:
  • Sertifikasi adalah hasil, bukan aktivitas
  • Sertifikasi bergantung pada evaluasi, bukan kehadiran
  • Sertifikasi selalu mengikuti aturan Course
  • Sertifikasi dapat digunakan lintas konteks pembelajaran

H. Contoh Kasus Sertifikasi

Contoh 1: Sertifikasi Compliance

  • Course: Anti Money Laundering
  • Min Percentage Finish: 100%
  • Post-Test: wajib lulus
  • Sertifikat diberikan otomatis setelah lulus

Contoh 2: Sertifikasi Berbasis Event + Course

  • Event: Workshop Risk Awareness
  • Course: Risk Awareness Fundamentals
  • Learner hadir Event, tetapi belum lulus Course
  • Sertifikat belum diberikan sampai Course selesai

Contoh 3: Sertifikasi dalam Journey

  • Journey: New Hire Onboarding
  • Terdiri dari 5 Course
  • Sertifikat diberikan setelah seluruh Course selesai

I. Batasan Sertifikasi

  • Sertifikat tidak dapat diterbitkan tanpa Course
  • Sertifikat tidak bisa diberikan manual tanpa penyelesaian Course
  • Sertifikat tidak menggantikan evaluasi pembelajaran