Skip to main content

A. Definisi

Course di BAWANA adalah unit pembelajaran terstruktur yang menjadi fondasi utama dalam sistem pembelajaran. Course dirancang untuk pembelajaran yang:
  • Bersifat mandiri (self-paced)
  • Memiliki materi yang jelas
  • Dapat dievaluasi
  • Dapat digunakan ulang di berbagai konteks
Course berada di dalam Library dan menjadi komponen inti yang digunakan oleh fitur lain seperti Assignment, Event, dan Journey. Dalam arsitektur BAWANA:
  • Course adalah kontainer pembelajaran
  • Test adalah mekanisme evaluasi
  • Assignment mengatur siapa dan kapan
  • Event mengatur interaksi berbasis sesi
  • Journey mengatur alur pembelajaran end-to-end
Course tidak bergantung pada Assignment atau Event atau Journey. Sebaliknya, fitur-fitur tersebut menggunakan Course sebagai basis pembelajaran.

B. Struktur Course

Setiap Course di BAWANA memiliki struktur yang terdiri dari:

1. Konten Pembelajaran

Konten Course dapat berupa berbagai format pembelajaran yang disusun dalam satu Course.

2. Konten Berurutan (Content in Sequence)

Jika diaktifkan, learner harus menyelesaikan konten secara berurutan. Fitur ini digunakan untuk Course yang bertahap atau memiliki ketergantungan antar materi.Jika tidak diaktifkan, learner bebas mengakses konten.

3. Konten Bersyarat (Prerequisites)

Prerequisites menentukan Course lain yang wajib diselesaikan sebelum learner dapat mengakses Course ini. Digunakan untuk menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan kesiapan learner untuk mempelajari materi berikutnya.

C. Test di dalam Course

Setiap Course dapat memiliki Test sebagai bagian dari proses evaluasi pembelajaran. Test dapat melekat langsung pada Course atau Event.

1. Pre-Test

Pre-Test digunakan untuk mengukur pengetahuan awal learner sebelum mempelajari materi. Pre-Test bersifat opsional dan tidak selalu memengaruhi kelulusan. Karena Pre-Test tidak masuk ke dalam penilaian, maka posisi Pre-Test sejajar dengan Content.

2. Post-Test

Post-Test digunakan untuk mengukur pemahaman learner setelah menyelesaikan Course. Post-Test berperan penting dalam:
  • Penentuan kelulusan
  • Penyelesaian Course
  • Pemberian sertifikat

3. Question Bank dan Randomisasi

Test menggunakan Question Bank. Admin dapat:
  • Menentukan jumlah soal (Max Questions)
  • Membiarkan sistem memilih soal secara acak
Jika Max Questions tidak diisi, seluruh soal akan ditampilkan.

D. Konfigurasi Post-Test

Saat Admin membuat Post-Test, terdapat beberapa pengaturan penting yang menentukan cara evaluasi berjalan.

1. Judul Test

Judul Test yang merepresentasikan tujuan evaluasi. Judul ini digunakan untuk identifikasi internal dan tampilan kepada learner.

2. Min Points

Menentukan nilai minimum yang harus dicapai learner agar dinyatakan lulus.Jika nilai learner berada di bawah Min Points:
  • Post-Test dianggap gagal
  • Course belum dianggap selesai

3. Max Attempt

Menentukan jumlah maksimal percobaan yang diperbolehkan untuk mengerjakan Post-Test.Contoh:
  • Max Attempt = 1
    Learner hanya memiliki satu kesempatan.
  • Max Attempt = 3
    Learner memiliki 3 kesempatan.

4. Tipe Quiz

BAWANA mendukung beberapa tipe quiz pada Post-Test:
  1. Multiple Choices
Soal pilihan ganda dengan satu atau lebih jawaban benar. Digunakan untuk:
  • Evaluasi objektif
  • Penilaian otomatis oleh sistem
  1. Essay
Soal berbentuk jawaban bebas. Digunakan untuk:
  • evaluasi pemahaman mendalam
  • analisis atau refleksi
  • Penilaian Essay biasanya membutuhkan proses penilaian tambahan.
  1. Mixed
Kombinasi antara Multiple Choices dan Essay. Digunakan untuk Course yang membutuhkan:
  • Evaluasi objektif
  • Sekaligus evaluasi kualitatif

5. Pengaturan Timer

Admin dapat memilih:
  • No Timer. Tidak ada batas waktu pengerjaan.
  • Timer berdasarkan Quiz. Timer dihitung berdasarkan total durasi Test.
  • Timer berdasarkan Question. Timer dihitung berdasarkan waktu per soal. Total waktu pengerjaan akan dihitung otomatis oleh sistem berdasarkan:
Time Per Question × Max Questions

E. Penilaian dan Penyelesaian Course

Min Percentage Finish

Menentukan persentase minimal konten yang harus diselesaikan agar Course dianggap selesai. Nilai berkisar antara 0 hingga 100.

Completion Status

Course dianggap selesai ketika:
  • Persentase konten tercapai
  • Post-Test (jika ada) berhasil dilewati

Point

Point diberikan kepada learner setelah Course selesai. Digunakan untuk:
  • Gamifikasi
  • Pelaporan partisipasi

Certificate

Jika diaktifkan, learner akan menerima sertifikat setelah Course selesai. Sertifikat digunakan sebagai bukti penyelesaian pembelajaran.

F. Siklus dan Validitas Course

Refreshment Period

Menentukan interval waktu (dalam bulan) setelah Course perlu diulang. Umumnya digunakan untuk:
  • Compliance training
  • Pelatihan berkala

Overdue

Menentukan batas waktu Course sebelum dianggap terlambat. Overdue biasanya digunakan ketika Course di-assign melalui Assignment atau Journey.

Lock After Complete

Jika diaktifkan, Course akan terkunci setelah selesai dan tidak dapat diakses ulang oleh learner. Digunakan untuk Course yang bersifat sekali jalan.

G. Survey pada Course

Course dapat dikaitkan dengan Survey untuk mengumpulkan feedback learner setelah menyelesaikan pembelajaran. Survey ini:
  • Melekat pada Course
  • Berbeda dari Survey pada Event
  • Digunakan untuk evaluasi kualitas materi

H. Course dalam Konteks Fitur Lain

Course dalam Assignment

Assignment mengatur:
  • Siapa yang wajib mengikuti Course
  • Kapan Course harus diselesaikan
Struktur dan evaluasi Course tetap mengacu pada pengaturan Course itu sendiri.

Course dalam Event

Event dapat dikaitkan dengan Course sebagai materi pendukung. Event tidak membuat Test baru. Event hanya memanfaatkan Test yang sudah ada di Course.

Course dalam Journey

Journey menyusun beberapa Course ke dalam satu alur pembelajaran terstruktur. Setiap Course tetap berdiri sebagai unit mandiri di dalam Journey.

I. Prinsip Desain Course di BAWANA

Beberapa prinsip penting:
  • Course harus reusable
  • Konteks penggunaan tidak mengubah struktur Course