Skip to main content

A. Definisi

Journey di BAWANA adalah kerangka pembelajaran terstruktur yang menggabungkan beberapa leraning activity (seperti Course, Event dan Project) ke dalam satu alur pembelajaran yang saling berurutan. Journey digunakan untuk:
  • Membentuk pengalaman belajar end-to-end
  • Memastikan learner mengikuti tahapan pembelajaran secara sistematis
  • Mengelola program pembelajaran jangka menengah hingga panjang
Journey bukan merupakan konten, melainkan orkestrasi dari konten yang sudah ada.

B. Posisi Journey

Dalam arsitektur BAWANA:
  • Journey berada di atas Course dan Project
  • Journey tidak menggantikan Course
  • Journey tidak memiliki evaluasi sendiri
  • Journey mengandalkan evaluasi yang ada di Course/Event/Project
Journey berfungsi sebagai kerangka program, bukan unit pembelajaran.

C. Komponen Utama Journey

Journey tidak terbatas hanya pada Course atau Event atau Project. Journey dapat berisi kombinasi dari ketiganya.

1. Course

Course adalah komponen utama dalam Journey, yang dapat mencakup:
  • Learning content (SCORM, video, docs, dll)
  • Pre-test / Post-test
  • Sertifikat
  • Point
  • Aturan kelulusan (minimum completion, attempt, dsb)
Course di dalam Journey dapat disusun berurutan atau bersifat wajib sebelum lanjut ke tahap berikutnya.

2. Event (Online / Offline)

Event juga dapat dimasukkan ke dalam Journey. Event di dalam Journey dapat:
  • Bersifat mandatory
  • Memiliki jadwal tertentu
  • Memiliki Pre-test / Post-test
  • Memiliki Survey setelah event

3. Project

Project digunakan sebagai aktivitas praktik atau penerapan. Biasanya dipakai untuk:
  • Studi kasus
  • Tugas individu atau kelompok
  • Assessment berbasis output
Dalam Journey, Project berfungsi sebagai:
  • Checkpoint pembelajaran
  • Validasi bahwa learner tidak hanya consume content
Dengan ini, Journey bisa merepresentasikan blended learning secara utuh.

D. Cara Kerja Journey

Journey diberikan ke learner melalui Assignment. Artinya:
  • Journey mengikuti aturan Assignment (audience, deadline, notification)
  • Journey muncul di My Assignment learner
  • Progres Journey tergantung progres tiap item di dalamnya
Journey dianggap selesai jika:
  • seluruh Course, Event dan Project di dalamnya selesai sesuai aturan masing-masing
Jika salah satu item belum selesai, Journey tetap berstatus in progress.

E. Sertifikasi dalam Journey

Sertifikasi pada Journey mengikuti aturan berikut:
  • Sertifikat tetap melekat pada Course atau Assignment
  • Journey tidak menerbitkan sertifikat mandiri
  • Learner dapat menerima beberapa sertifikat Course dalam satu Journey
Journey tidak mengubah aturan kelulusan Course.

F. Gamifikasi dalam Journey

Gamifikasi pada Journey bersifat akumulatif.
  • Point diperoleh dari:
    • Penyelesaian Course
    • Penyelesaian Project
    • Penyelesaian Event
  • Journey tidak memberikan Point baru secara terpisah
  • Total Point mencerminkan seluruh aktivitas dalam Journey

G. Contoh Kasus Penggunaan Journey

1. Contoh 1: Journey Onboarding Karyawan Baru

  • Course: Company Introduction
  • Course: Code of Conduct
  • Project: First Week Task
  • Course: Basic Compliance
Journey memastikan seluruh tahapan onboarding selesai secara terstruktur.

2. Contoh 2: Journey Leadership Development

  • Course: Leadership Fundamentals
  • Course: Communication Skills
  • Project: Team Improvement Plan
  • Course: Leadership Assessment
Digunakan untuk program pengembangan jangka menengah.

9. Prinsip Journey

Beberapa prinsip penting:
  • Journey adalah orkestrasi, bukan konten
  • Journey bergantung pada kualitas Course, Event dan Project
  • Journey tidak menambah logika evaluasi baru
  • Journey menjaga struktur tanpa mengurangi fleksibilitas

10. Batasan Journey

  • Journey tidak dapat berdiri tanpa Course atau Project
  • Journey tidak memiliki test sendiri
  • Journey tidak menggantikan Assignment
  • Journey bukan workflow approval
  • Journey tidak mengeluarkan Certificate